SPECIAL TOURISM
Indonesian
Pageants.com Goes to Papua
Selamat datang di bumi
Animha, bumi dimana manusia sejati konon berada. Kira-kira
begitulah makna dari kata yang melambangkan kota Merauke, Papua.
Tanah di paling ujung timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
ini seringkali kita dengar dalam lagu Dari Sabang Sampai Merauke
karya R. Soerarjo, namun sesering itu pula kita bertanya-tanya,
seperti apakah kota yang akrab di telinga kita ini.
Pagi menggelayuti bumi
Merauke pagi itu, 9 Mei 2008. Selama 8 jam kami tempuh perjalanan
penuh tanya ini menyusuri langit Jawa, Sulawesi kemudian menyambut
mentari di tanah Papua. Izakod Bekai Izakod Kai, ya, kami
datang dengan Satu Hati dan Satu Tujuan yaitu menjadi saksi
terpilihnya Puteri Papua 2008, seorang perempuan yang akan bangga
sekali membawa nama pertiwinya menggenapi deretan propinsi seperti
layaknya lagu Sabang sampai Merauke tadi. Untuk kami, selain
melaksanakan kewajiban sebagai kuli tinta dan pengembara dunia
maya, sangatlah terbaca jelas gurat keingintahuan dan
ketidaksabaran kami untuk lebih jauh lagi bertualang di hamparan
savana, hutan dominan Melaluca, atau rawa-rawa Merauke. Tapi itu
hanyalah sedikit mimpi kami di tengah himpitan waktu yang memang
sangat terbatas.
Ah, cukuplah merajut
kata-kata... Mari kita lanjutkan mengenai obyek-obyek wisata yang
menggelitik tidak hanya perut tapi juga memanjakan mata kita
selama di Merauke - Papua.
WASUR NATIONAL PARK
Taman Nasional ini
terletak 15 km dari kota Merauke dengan luas area 412.387 ha.
Kondisi tanah datar dan didominasi padang rumput, hutan bakau,
rawa dan hutan bambu. Di taman ini terdapat beberapa jenis hewan
mamalia dan 410 jenis burung termasuk burung-burung migran. Objek
ini menawarkan kegiatan alam yang menarik bagi wisatawan seperti
berburu secara tradisional, memancing dan mengamati berbagai jenis
burung. Lokasi ini sangat mudah dicapai dengan kendaraan roda
empat dan roda dua dari kota Merauke.
SAHAM (KANGGURU)
Ternyata bukan hanya
negara Australia saja yang memiliki spesies Kangguru atau salah
satu jenis mamalia berkantung ini. Merauke yang secara geografis
memang berdekatan dengan benua Australia dan negara Papua New
Guinea merupakan daerah penyebaran dari spesies ini. Merauke
sendiri memiliki 4 spesies hewan ini yang terdiri dari, Kangguru
Lincah (Macropus Agilis), Kangguru Biasa (Darcopsis Veterum),
Kangguru Semak (Thylogale Bruijnii), dan Kangguru Kaki Merah (Thylogale
Stigmatica).
ANTHILL
Sepanjang jalan ke
Taman Nasional Wasur, anda dapat melihat ratusan bukit/rumah semut
yang tingginya mencapai 3 - 5 meter. Suatu keajaiban alam dimana
semut-semut ini membangun bukit/rumahnya tanpa diketahui oleh
manusia.
BIRAS
Sebagian rawa di Taman
Nasional Wasur disebut Biras, dimana lokasinya terletak di
sepanjang jalan desa Yanggandur. Tempat ini digunakan untuk
bersantai, berekreasi dan juga memancing pada setiap akhir pekan.
PATUNG KRISTUS RAJA
Patung ini terletak di
Kampung Poo (SKW I). Secara historis patung ini memiliki nilai
religius yang cukup tinggi dan erat hubungannya dengan suku besar
Marin dan suku-suku lokal yang berada di kabupaten Merauke dan
sekitarnya. Konstruksi bangunan ini adalah beton dan tingginya
mencapai kurang lebih 10 meter dari permukaan tanah.
LAMPU SATU BEACH
Kabupaten Merauke
memiliki beberapa pantai seperti Pantai Ndalir, Pantai Payum,
Pantai Urum, Pantai Kaiborse, Pantai Kumbe, Pantai Okaba, Pantai
Wambi dan Pantai Lampu Satu. Pantai ini memiliki hamparan pasir
yang luas serta merupakan tempat rekreasi. Pada hari-hari tertendu
ada perlombaan balap motor dan pacuan kuda. Lokasi pantai ini
berjarak 2 km dari kota Merauke dan dapat ditempuh dengan
kendaraan bermotor. Di pantai ini juga terdapat Mercu Suar, oleh
karena itu desa ini disebut Lampu Satu karena memiliki satu lampu
yang besar.
PEPERA MONUMENT
Tugu PEPERA berlokasi
di tengah pusat kota Merauke. Tugu ini dibangun untuk memperingati
kemenangan rakyat Indonesia dalam penentuan pendapat rakyat, dan
sepakat menetapkan bahwa Irian Barat (sekarang Papua) adalah
bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
LB MOERDANI
MONUMENT
Tugu LB. Moerdani ini
berada di Distrik Tanah Miring SP 2. Tugu ini didirikan sebagai
tanda untuk mengenang beliau sebagai pimpinan RPKAD yang mendarat
di Merauke dalam perjuangan memperebutkan Irian Barat (sekarang
Papua) dari penjajahan Belanda.
JEMBATAN MARO
Jembatan ini membelah
sungai Maro dan menyuguhkan kita sebuah pemandangan yang
menakjubkan dengan hamparan tumbuhan bakau di pinggiran sungainya.
Dengan langit biru Merauke, tempat ini sangat tepat bila kamu-kamu
hobi fotografi.
SABANG MERAUKE
MONUMENT
Tugu Sabang Merauke
dan Tugu Tapal Batas RI dan Papua New Guinea berlokasi di Distrik
Sota Kabupaten Merauke dengan jarak 80 km dari pusat kota Merauke.
ALL ABOUT DEER
Yup! Rusa memang
sepertinya lebih terkenal dari daging sapi di Merauke ini. Sajian
yang menggunakan daging ini dan tentunya bisa dibawa sebagai
oleh-oleh adalah Dendeng Rusa (manis dan asin), Baso Rusa, dan
Abon Rusa.
BATIK PAPUA
Batik asal Papua ini
memiliki ciri khas yang berbeda dari batik yang selama ini kita
kenal di Jawa. Motif pada batik di propinsi ini adalah alat musik
khas Papua Tifa ataupun burung khas Papua, yaitu Cenderawasih.
Kalau kamu suka mengoleksi batik, tidak boleh ketinggalan karya
seni satu ini.
UKIRAN KAYU
Kalau berbicara
mengenai kayu, orang Papua sangat pandai mengolah kayu-kayu ini
menjadi karya seni yang unik dan eksotis. Mulai dari patung,
sampai dengan koteka (penutup kemaluan pria khas Papua) pun akan
menjadi buah tangan yang tiada bandingnya.
Rasanya tidak akan
pernah cukup waktu yang tersedia bagi kami untuk mengeksplor ragam
budaya dari ranah Papua. Kini saatnya bagi Indonesia untuk lebih
memperkenalkan sisi Timur dari negara besar kita kepada dunia dan
khususnya bagi rakyat Indonesia sendiri, bahwa masih banyak
mutiara terpendam yang menanti untuk digali dari Papua. Come
on, visit Papua, the hidden treasure of Indonesia.
Index
•
Day One
•
Day Two
•
Special Tourism
• Gallery
•
Tidbits