Apa saja hal-hal
menarik dari perjalanan kami ke Merauke ? Berikut ini hasil
rangkuman dari pengamatan kami dan chit chat selama di sana.
1.
Ssstt...
Ternyata Ika Fiyonda sering bener mecahin kaca rias kecil.
Saat perjalanan ini dia membawa kaca rias milik Duma, yang
tentu saja juga sudah pecah. Hihihihi...
2.
Ika ingin
cepat-cepat lulus S1 dan melanjutkan S2. Cita-citanya adalah
menjadi bussiness woman. Oleh karena itu dia tidak mengambil
cuti kuliah, "Nggak lah... Habis males bener kalau
temen-temen udah lulus, aku masih aja kuliah. hehehe",
jawabnya dengan santai.
3.
Ternyata di
Papua tidak kalah meriah dengan Pemilihan di daerah-daerah
lain lho! Supporter masing-masing sibuk dengan banner dan
spanduknya. Siapa yang paling heboh diantara semua?
Supporter kabupaten Mappi lah juaranya malam itu..
4.
Pertujukan Malam
Bakat ini bentuknya seperti Malam Bakat PPI Nasional. Dari
15 orang finalis dibagi menjadi 2 grup dan masing-masing
mempunyai tema, yaitu : Kisah seorang guru pedalaman yang
menjadi guru honorer selama 11 tahun namun nasibnya tidak
kunjung jelas. Ia sedih, dan anak-anak didiknya menghibur
ibu guru tersebut. Sedangkan kelompok satu lagi bertemakan
mengenai kumpulan sahabat lama yang sudah lama sekali tidak
bertemu, dan mereka bergembira bersama.
5.
Kontestan yang
paling banyak mendapatkan tepuk tangan dan berhasil membuat
seluruh penonton bersemangat adalah :
*
Kabupaten
Biak 1 dengan lagu Sup Papua Sup Mabesak,
yang menceritakan tentang keindahan tanah Papua.
*
Kabupaten
Mappi 1 yang menyanyikan Aya Nanawe,
lagu berirama riang yang bercerita mengenai ibu yang
mau menjodohkan anaknya tetapi anaknya tidak mau.
*
Kabupaten
Jayapura 2 yang menggabungkan tarian-tarian
Papua yang bercerita tentang memancing, burung
cenderawasih, dan pertanian.
*
Kabupaten
Merauke 1 yang tampil sebagai pembuka, adalah
peserta yang menghayati sekali perannya sebagai Ibu
Guru Honorer, IP yang melihatnya dari dekat sempat
terharu lho.
6.
Ssssttt...
Ternyata tanah Papua pun terdapat cerita magisnya lho!
Patung Kristus Raja yang terletak di desa Poo dan masih
dalam kawasan Taman Nasional Wasur ini waktu ngebangunnya
alat-alat berat tidak mampu mengangkat bagian-bagian tubuh
yang terbuat dari beton itu untuk digabungkan. Akhirnya
proses pun dilanjutkan dengan memanggil 4 pemuka spriritual
dari 4 suku wilayah adat dari 4 arah mata angin. You know
what, proses ini akhirnya dilakukan tanpa bantuan alat
berat sama sekali ! Whheeeewww...
7.
Ke Australia
pengen liat Kangguru ? Mending ke Merauke - Papua aja !
Selain keadaan alamnya yang masih alami, there's a lot of
excitment di Taman Nasional Wasur ini lho. Kita bisa
mengamati Kangguru yang memang masih liar, mengamati burung,
berkemah di padang savana, melihat keajaiban rumah rayap/semut,
budaya Papua dan masyarakat pedalaman yang eksotis, nyicipi
makanan tradisonal dari sagu, belajar menyuling minyak kayu
putih, atau menangkap ikan secara tradisional, yang lebih
keren lagi... Mampir aja ke perbatasan Indonesia - Papua New
Guinea. Wuih! Nggak ada tuh di Australia! Pengen tahu lebih
jauh mengenai Taman Nasional Wasur ? Klik aja > www.wasur.com
Okay, sekian liputan
dari Indonesian Pageants.com ^o^
Kami ingin
menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia, Yayasan
Puteri Papua, Pemerintah kabupaten Merauke - Papua, dan Mustika
Ratu regional Indonesia Timur atas kesempatan ini.