27 July 2007
Hari ini adalah malam Talent Show, persiapan
rehaersal pun sudah dilakukan sehari sebelumnya dengan sangat
matang. Kami tiba dilokasi talent show (yang diadakan di
lapangan sepak bola). Tepat pada waktu yang sudah ditentukan,
penonton pun sudah ramai mamadati lokasi acara, namun tanpa diduga
hujan yang dimulai dengan gerimis kecil tidak berhenti melainkan
bertambah lebat, hingga akhirnya acara terpaksa ditunda sampai
besok. Kami pun segera kembali ke bus masing-masing karena tenda
belakang panggung tempat kami melakukan persiapan sudah hampir
bocor (karena hujan yang sangat lebat). Tidak kehabisan akal
selama di dalam bus, sambil menunggu keberangkatan kembali ke
hotel, beberapa kontestan memutarkan CD lagu dan mengajak kami
bergoyang bersama…Hujan di luar sudah mulai reda, dan ternyata
banyak masyarakat lokal yang masih menunggu dan akhirnya
mengerumuni bus kami, mereka memotret ke arah dalam bus, dan
berharap masih dapat melihat para kontestan, saya sempat bertegur
sapa dengan seorang masyarakat lokal melalui media kertas yang
saya tempelkan di kaca jendela (saya menulis beberapa kata dalam
bahasa mandarin) mereka memberikan respon yang baik kepada saya (tak
lupa saya juga menyebutkan bahwa saya berasal dari Indonesia).
28 July 2007
Pagi hari ini akan diadakan penampilan Talent Show,
tepatnya pada pukul 9 pagi kami sudah berada dilokasi yang sama.
Pagi ini cuaca sangat cerah, malah cenderung panas… benar-benar
perubahan cuaca yang sangat drastis, mengingat kemarin malam hujan
yang melanda tempat ini sangat lebat. Satu persatu dari kontestan
sudah menampilkan bakatnya sampai tibalah giliran saya. Saat itu
saya tidak mengenakan alas kaki (karena disesuaikan dengan pakaian
tarian saya), diluar dugaan, panggung yang terbuat dari bahan
seperti terpal itu ternyata amat menyerap panas, saat melangkah
masuk rasanya saya ingin langsung berlari kembali kebelakang
panggung, namun tampaknya hal tersebut tidaklah mungkin karena
lagu sudah diputar. Saya berusaha untuk menari dengan sekuat
tenaga dan tetap memberikan senyuman yang terbaik yang dapat saya
berikan (disituasi kaki saya amat kepanasan), saat itu yang
terbayang dipikiran saya hanya kata-kata ”Ayo berusaha… tahan
sebentar lagi… kamu pasti bisa! Ayo berjuang demi Indonesia!”,
akhirnya saya dapat menyelesaikan tarian yang berdurasi 3 menit
tersebut. Sesampainya di belakang panggung saya langsung rebah,
karena tidak tahan lagi untuk berdiri (telapak kaki saya melepuh
seperti baru terkena besi panas). Akhirnya saya dibawa kebelakang
panggung dan dengan bantuan Miss Tourism Queen 2004 (Miss
India) dan tim medis, rasa sakit pada kaki saya sedikit berkurang.
Ternyata peserta setelah saya, yaitu Miss Kongo dan Miss
Liberia pun mengalami hal yang sama (mereka menari dengan
tidak menggunakan alas kaki pula), namun mereka hanya sanggup
bertahan selama 1,5 menit di atas panggung dan kemudian sebelum
lagu selesai, mereka sudah berlari ke belakang panggung (saat saya
mendengar hal ini dari kontestan lain) saya tahu saya dapat
bertahan selama itu hanya karena kekuatan Tuhan Yesus, kalau
melihat dari ketahanan fisik, tentu saja saya tidak mampu, tetapi
kekuatan Tuhan-lah yang dapat menguatkan saya, bahkan Ia juga
memberikan saya bonus yaitu penghargaan sebagai 1st runner up
Miss Talent, benar-benar luar biasa kuasa-Nya… Puji Tuhan!
29 July 2007
Memang bisa dibilang sudah memasuki tanggal 29 July, namun
sebenarnya sekarang masih pukul 00.30. Setelah show talent,
malam harinya kami langsung mempersiapkan diri, mengenakan busana
gaun malam (yang akan dipakai saat final) untuk mengikuti proses
Prejudging, dan tentunya saya juga sudah harus
mengenakan higheels (dengan kondisi kaki yang masih bengkak
karena terkena panas di paginya). Prejudging adalah momen
yang sangat penting dimana pada saat inilah juri sudah mulai
memilih ’jagoannya’ yang akan melaju ke 10 besar (asalkan kita
tidak melakukan kesalahan yang fatal saat tampil di pentas,
pilihan pada saat prejudging-lah yang akan terus melaju ke
top 10 sesungguhnya), dan malam ini pula gelaran lainnya akan
dipilih secara tertutup diantaranya adalah gelar Miss
Photogenic, Miss Personality, Miss Charm dan
Miss Elegant (untuk Miss Congeniality, kami (kontestan)
yang memilih, yaitu dengan menuliskan nama kontestan lainnya pada
selembar kertas). Sayangnya karena penilaian dilakukan berdasarkan
benua (Eropa, Amerika, Australia, Oceania, Asia), maka group Asia
lagi-lagi mendapat giliran paling akhir (dikarenakan jumlah
peserta yang paling sedikit). Pada saat itu sudah pukul 01.30 dan
saya baru mendapatkan giliran masuk ke ruang penjurian (kami tidak
menjelaskan tentang negara masing-masing secara lisan namun
sebelum proses prejudging kami menuliskannya pada selembar
kertas). Pertanyaan yang pertama kali ditanyakan oleh salah
seorang juri kepada saya adalah ”Bagaimana keadaan kakimu?”
tentu saja hal ini membuat saya terkejut dimana pada saat
penampilan bakat saya tidak menampakkan bahwa kaki saya terluka,
hanya sesama kontestan dan panitia yang mengetahui hal tersebut (barulah
saya mengetahui bahwa setiap kegiatan sekecil apapun yang kita
lakukan ataupun yang kita alami selama masa karantina, bahkan
keluhan tentang roommate dan menu makanan, disampaikan oleh
panitia kepada juri). Selanjutnya saya diminta untuk menjelaskan
mengenai tarian tradisional yang saya bawakan pada saat talent
show (saya melihat bahwa budaya Indonesia amat menarik
perhatian mereka), saya pun menjelaskan bahwa tarian tersebut
bernama “Rampai Indonesia” dimana didalamnya merupakan gabungan
tarian dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Melayu,
Papua, Betawi, dan Jawa barat dengan sentuhan modern dance.
Tarian ini menunjukkan kekayan budaya Indonesia dan kesatuan unsur
budaya tersebut dalam sebuah penampilan seni.
30 July 2007
Hari ini kami melakukan persiapan rehaersal sehari penuh di
lokasi final. Panggung yang dirancang amat spektakuler, seperti
piramida yang sangat besar (bisa dilihat dari berbagai sudut) dan
anak tangga yang banyak sekali, karena kurangnya waktu istirahat,
maka saat latihan banyak kontestan yang jatuh sakit, bahkan
Miss Samoa dan Miss Borneo sampai harus dilarikan ke
rumah sakit. Saya bersyukur karena masih diberikan kesehatan yang
baik oleh Tuhan, sehingga saya dapat tetap fit hingga
hari-hari menjelang final. Walaupun masih latihan, namun kegiatan
ini sudah di tayangkan secara langsung oleh beberapa stasiun
televisi, semua pengisi acara pun telah tampil menggunakan kostum
yang sesungguhnya... Saya pun mulai merasakan suasana yang nanti
akan saya hadapi ketika malam final besok.
31 July 2007
Hari ini kami sudah mempersiapkan diri sejak
awal untuk menyambut malam final, asisten dari pihak management
pun sudah bersiap di belakang panggung untuk membantu kami
bertukar busana. Malam yang dinanti-nantikan pun tiba, kami
melangkah dengan mantap menuju ke pentas, dan seperti yang
teman-teman ketahui melalui
www.globalbeauties.com
pemenang tahun ini berasal dari Russia. Saya berhasil
meraih gelar Miss Press Princess 2007 (dimana kategori ini
merupakan pilihan wartawan dari berbagai negara) dan gelar-gelar
selanjutnya adalah 1st Runner up Miss Talent dan 1st
Runner up Miss Tourism of Asia.
Acara malam itu memang luar biasa, kontestan yang tidak berhasil
meraih gelar yang mereka inginkan pun tetap sportif dengan terus
melangkah menyelesaikan pertunjukkan, tidak ada yang ’ngambek’
atau protes dengan hasil yang telah diumumkan, hanya beberapa
komentar mengenai Olga (Miss Russia) yang tidak terlalu
aktif semasa karantina (tidak terlalu bergaul) dan tidak bisa
berbahasa inggris yang menjadi pembicaraan sesaat. Seusai malam
penobatan kami mulai berkemas untuk kepulangan kami, malam yang
melelahkan memang, namun beberapa dari kami sudah harus berangkat
ke negara mereka masing-masing pada pukul 07.00 (termasuk
roommate saya Miss Colombia). Pagi harinya saya sempatkan
untuk meminta email dan kata-kata kenangan dari beberapa kontestan.
Benar-benar perpisahan yang mengharukan, kami sudah merasa sebagai
sebuah keluarga yang akrab selama sebulan dan pertemuan yang
sangat singkat ini harus segera berakhir. Cai Cien China...
Pengalaman Unik
Ada sebuah pengalaman unik yang saya dan Miss Singapore
alami ketika kami akan pulang ke Indonesia dan Singapore.
Peraturan airport China menyebutkan bahwa masing-masing
orang hanya boleh membawa max. 20kg, sedangkan saya membawa 40kg
dan Miss Singapore membawa 29kg (dia membuang semua souvenir
dan tidak berbelanja apapun). Apabila kami melewati limit yang
ditentukan maka akan dikenakan biaya 100 RMB/kg, bukan harga yang
murah apabila saya harus membayar 20kg lebih. Beberapa kontestan
lain yang tidak mau membayar terpaksa meninggalkan beberapa
pakaian mereka di bandara (Miss Chile bahkan meninggalkan
Tongkat Elang (busana tradisionalnya) yang menurutnya amat berat.
Saya dan Naaz tidak mau membuang ataupun membayar, maka timbul ide
dipikiran Nazz untuk memakai kembali selempang ”Miss Singapore” (pada
saat itu kami sudah tidak mengenakan selempang itu lagi). Naaz
berharap apabila penjaga loket mengetahui dia adalah Miss
Singapore, dia akan mendapatkan sedikit dispensasi. Pada awalnya
saya tidak yakin dengan cara Naaz, namun ternyata keberuntungan
sedang berada di pihak kami, pertama Naaz lolos tanpa harus
membayar. Selanjutnya saya yang membawa 40kg pun lolos saat
check in group dengan panitia yang akan pulang ke Singapore,
benar-benar hari yang mengembirakan!!! ...hehehe...
Demikianlah semua pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari
ajang MISS TOURISM QUEEN INTERNATIONAL 2007, saya berharap
melalui pengalaman yang saya bagikan ini, teman-teman yang
mengikuti perkembangan berita mengenai ajang ini dapat juga ikut
merasakan suasananya, diary ini juga saya buat untuk dapat
memberikan ”bayangan” kepada teman-teman Puteri/Miss Indonesia
yang akan berlomba di ajang internasional lainnya untuk dapat
mempersiapkan diri dengan baik, berbekal pengalaman yang saya
peroleh.
Terakhir saya ingin mengucapkan Terima Kasih
kepada seluruh pihak yang telah menyokong dan membantu saya,
kepada Tuhan Yesus, Keluarga saya, Management saya,
www.indonesianpageants.com
(Mas Nur, Mas Muki, dan kawan-kawan), seluruh teman-teman yang
memberikan masukan dan saran melalui IP Forum (www.voy.com/201817/).
Luv all of u...
Maju terus Pageants Indonesia!! ^^