Wait for our new Blog!

Join the Global Chat!

GLORY'S DIARY DURING MISS TOURISM QUEEN INTERNATIONAL 2007

22 July 2007

Hari ini kami kembali menempuh perjalanan menuju Kaifeng (salah satu kota di propinsi Henan). Setiap memasuki sebuah kota baru, kami selalu disambut oleh opening ceremony yang meriah, selesai acara pembukaan kami diarak berkeliling kota dengan menggunakan mobil cap terbuka, masyarakat kota tersebut amat antusias, mereka turun dan berbaris di pinggir jalan, bahkan ada yang sampai memanjat pohon dan naik ke atap rumah hanya karena ingin melihat kami. Kami juga mengunjungi sebuah tempat budaya di kota ini (seperti bangunan tua), di tempat tersebut kami dapat memetik anggur langsung dari pohonnya, kami dapat naik ke atas kereta yang dipikul oleh manusia (seperti jaman kaisar kuno) dan sebagainya. Malamnya kami bermalam di sebuah hotel di kota Xiaxia. Saking antusiasnya, masyarakat ramai berkumpul di depan hotel dimana kami menginap. Mereka berada di sana hampir sepajang hari (pagi hingga malam), mungkin mereka berharap dapat melihat kami secara langsung ketika kami keluar dari dalam hotel. Karena itu juga, penjagaan di sekitar hotel ditingkatkan, kami tidak diijinkan keluar dari hotel untuk keperluan pribadi (seperti berbelanja oleh-oleh disekitar kota tersebut).

 

23 July 2007

Hari ini kami bangun lebih awal untuk sarapan, karena pagi ini kami harus berangkat untuk pemilihan Miss Bikini yang bertempat di lapangan Baseball (panggung yang spektakuler ditempatkan di tengah lapangan, dan seperti kontes-kontes sebelumnya, walaupun kali ini diadakan pada pagi hari (09.00) dan lapangan tetap dipadati oleh penonton). Pemenang dari kontes kali ini adalah Miss Australia (juri berpendapat bahwa kulit coklat dan perawakannya yang mewakili wanita Autralia-lah yang membuat Amy memenangkan kontes ini). Seusai kontes Miss Bikini kami dibagi menjadi beberapa group untuk pergi mengunjungi lokasi pariwisata selanjutnya (saya dan group saya mengunjungi sebuah gunung, memakan waktu 2,5 jam perjalanan menuju ke gunung tersebut, sesampainya di sana kami disambut oleh masyarakat setempat dengan tarian sambutan, kami membuat lingkaran dan menari bersama), namun kami hanya 15 menit berada di gunung tersebut karena harus segera kembali ke hotel untuk makan malam, group lainnya ada yang mengunjungi lokasi wisata arum jeram, museum dinosaurus, dan pabrik obat-obatan. Karena kami dibagi dalam beberapa group kunjungan, maka saya tidak merasakan suasana di tempat wisata lainnya (hal ini juga menjawab mengapa foto saya tidak ada dibeberapa lokasi kunjungan). Saya amat bersyukur karena foto-foto saya selalu dimuat ditempat-tempat wisata yang kami kunjungi bersama (hanya di beberapa lokasi yang tidak saya kunjungi yang tidak memuat foto saya di www.globalbeauties.com).

 

24 July 2007

Selama perjalanan di dalam bus, lagu yang sering diputar adalah lagu-lagu Amerika Latin seperti lagunya Shakira, namun tidak ada kontestan yang protes ataupun tidak senang karena suasana di dalam bus jadi didominasi oleh Amerika Latin. Saya sendiri amat menikmati lagu demi lagu yang diputar dan saya amat tertarik untuk menyanyikan lagu Shakira yang berjudul Tortura… Akhirnya saya meminta bantuan Miss Chile untuk menuliskan teks lagu tersebut, ini sepenggal dari lagu itu :

 

No pido que todos los dias sean de sol

No pido que todos los viernes sean de fiesta

No ruego que vengas pidiendo perdon

Si lloras con los ojos secos y hablando de ella

Ay amor me duele tanto, me duele tanto

Que tfueras sin decir adonde

Ay amor, fue una tortura perderte

Yo se Que no he sido, un santo

Pero no puedo arreglarlo amor

……………………

Wah pokoknya kalau sudah mendengar lagu ini di putar di dalam bus, kami semua pasti ikut bergoyang dan menirukan liriknya…^^ namun saya juga sempat mengajarkan beberapa lagu Indonesia kepada Zahira (Miss Colombia) yang juga roommate saya, dan dari beberapa lagu yang saya ajarkan dia amat tertarik dengan lagu-lagunya Glenn Fredly.

 

25 July 2007

Hari ini kami berkeliling kota dengan mobil cap terbuka lagi, dan di sepanjang jalan yang kami lalui masyarakat lokal sudah menunggu dengan penuh antusias. Setiap mobil-mobil kami lewat mereka melambaikan tangan dan bertepuk tangan, kami pun merasa amat diterima oleh masyarakat di kota tersebut. Akhirnya kami tiba di sebuah tempat bersejarah (tempat berdoa salah satu aliran kepercayaan warga setempat). Di sana terdapat sebuah pohon yang sudah berusia 1000 tahun (di sekitar batang pohon ini terdapat banyak gantungan pita merah, dimana menurut tour guide kami, masyarakat sekitar yang selesai berdoa menggantungkan pita merah tersebut sebagai tanda menggantungkan harapan), kami juga dapat memasukkan koin 1 RMB ke dalam lubang yang terhubung kesebuah gua (menurut kepercayaan koin ini akan mendatangkan keberuntungan bagi orang yang memasukkannya).

 

Sore harinya kami menuju ke lokasi penyelenggaran lomba Miss Disco Queen (semua ajang ini dilakukan di lapangan terbuka) untuk melakukan rehearsal. Malam pun tiba, seluruh kontestan sudah berganti kostum untuk “berdisco ria”, panggung yang kami gunakan amat spektakuler dimana sebagai backdrop adalah layar TV raksasa (seperti yang dipakai di ulang tahun RCTI) dan puluhan lampu warna warni disekitar panggung. Acara pun dikemas amat menarik, ada penampilan tarian Salsa oleh anak-anak (kemahiran mereka menyaingi kemampuan orang dewasa lho..), ada tarian angsa, tarian Hip-hop dan sebagai penutup adalah kembang api yang luar biasa menakjubkan! Pemenang dikontes kali ini adalah Miss Trinidad n Tobago, saya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan membawakan tarian modern (sedikit campuran Hip-hop) dan berhasil menjadi salah satu stunner dari asia selain Kazakhstan, Kyrgyztan, dan Uzbekistan-versi Globalbeauties (teman-teman bisa lihat di backstagepass-nya).

PAGE > 1. 2. 3. 4. 5. 6

©2004-2008 Indonesian Pageants

soon!